Harga Tanah Terlampau Tinggi, Milenial Gigit Jari

Rabu, 12 Februari 2020

Harga Tanah Terlampau Tinggi, Milenial Gigit Jari


Tentu kita sadari bagaimana tanah terus naik tanpa henti. Kita sebagai generasi yang mewarisi negara ini harus mengelola nafas sangat panjang ketika melihat harga tanah terus naik. Kenaikan NJOP ini dipengaruhi karena demen yang terus meningkat dan juga barang yang amat sangat terbatas. 

Njop

Tanah Tetap, Manusia Bertambah
Kalau kita mau sakit dari jumlah tanah di seluruh negara ini tidak akan terus bertambah. Namun jumlah manusia terus meledak setiap tahunnya menambah kepadatan penduduk mereka semua butuh tempat tinggal. Hal itulah yang terus menaikkan etos kerja masyarakat dibarengi dengan kenaikan harga tanah yang di luar jangkauan kepala para milenial.
Nilai jual objek pajak, merupakan salah satu batu khusus untuk melihat berapa rata-rata harga tanah di wilayah tersebut. Hal ini sangat diperlukan bagi orang-orang yang sering lakukan jual beli tanah. Besarnya juga terus bertambah tergantung wilayah.wilayah tersebut memiliki perkembangan signifikan maka harganya akan terus naik.

Nilai Jual Objek Pajak dalam Properti
Biasanya nilai jual objek pajak ini, kenakan setiap M² pada tanah yang kita jual. Jadi kita tidak perlu kaget apabila nilainya katakan tidak sesuai dengan yang Anda itu karena Anda hanya menghitungnya bukan dengan M². Banyak dari kita yang belum mengenal jenis nilai jual objek pajak ini, sebagai warga negara wajib mengetahui dan bagaimana regulasinya terus dijalankan.
Untuk beberapa daerah tertentu yang punya perkembangan yang pesat nilainya juga terus berkembang secara cepat. Tentunya perkembangan tersebut menyesuaikan bagaimana wilayah tersebut berkembang dan juga bagaimana jual beli di sana terus bertambah. Perkembangan daripada kota atau wilayah tertentu sangat mempengaruhi nilai jual objek pajak yang berlaku.
Wilayah yang tertinggal cenderung memiliki nilai jual objek pajak yang rendah. Meski begitu para milenial masih saja mengeluhkan bahwa harga properti sudah terlampau mahal. kebanyakan dari mereka gagal memenuhi ekspektasi untuk mendapatkan rumah tinggal sendiri. Memang tak bisa dipungkiri harga properti saat ini dibandingkan dengan gaji yang dimiliki tidak sebanding.
Kalau mau dipukul rata gaji para milenial saat ini adalah sekitar 2 hingga 10 juta rupiah. Namun harga properti kira-kira sudah mencapai angka pemilihan rupiah untuk kawasan yang cukup ideal. Hal ini menggambarkan bahwa gaji kita seolah-olah sangat kecil dibandingkan dengan harga properti yang terus melambung setiap tahunnya.

Gigit Jari ? Itu Sudah Pasti
Sebagaimana yang kita ketahui para milenial Ini kebanyakan memilih untuk gigit jari daripada berhutang kesana kemari. Memang ada baiknya pilihan untuk menghindari hutang karena bunga pada utang yang tergolong juga tinggi. Kalau kita mau berhitung KPR juga belum bisa menjawab kebutuhan tempat tinggal bagi para milenial.
Sebenarnya yang menjadi masalah pokok di sini bukan harga properti yang tinggi sekali, kan lebih ke pendistribusian tenaga kerja dan juga kesejahteraan yang tidak seimbang. Berapa daerah harga properti masih sangat murah. Juga di sana tidak tersentuh pembangunan yang cukup baik. Kita memang sangat pandai untuk mengubah-ubah harga properti.
Keuntungan sendiri sudah merupakan keahlian bagi para warga Indonesia. Jika melihat sebuah peluang kecil, kita akan beramai-ramai memukul-mukul harga karet terus naik. Momen seperti kritis akan menjadikan kita sadar bahwa, setelah dari sistem ekonomi bukan saja mengalirnya mata uang tapi berputarnya keuangan itu sendiri.

Beberapa Hal Soal Properti untuk Milenial
Jika Anda seorang milenial dan ingin mencoba untuk mencari tempat tinggal sendiri Anda bisa pertimbangan beberapa hal ini. 
  1. Mencari perumahan atau kota-kota yang kecil untuk menjadi tempat tinggal masa depan. Terasa efektif karena pada saat masa tua kita tidak mungkin terus tinggal di kota besar untuk membuang uang tanpa menghasilkan suku banyak.
  2. Rencanakan aset masa depan untuk menyelamatkan Anda. Ketika aset masa depan sudah kita siapkan jauh-jauh hari maka kita akan mendapatkan kenyamanan dalam melangkah sebelum kita mencapai masa pensiun.
  3. Asuransikan hal yang tak affordable.Beberapa hal yang terlampau mahal atau mungkin tidak bisa dibeli para milenial sekarang seperti tanah dan juga mobil yang mewah, diasuransikan untuk menjaga keamanannya.
  4. Penjagaan aset sedini mungkin merupakan salah satu cara yang dapat bantu kita untuk survivedalam realitas ekonomi saat ini.
  5. Pertimbangkan kredit dengan bunga yang kecil dan jangka waktu yang tidak terlalu panjang. Kredit murah dengan jangka panjang secara tidak langsung akan menggerogoti ekonomi kita secara berkepanjangan nyaris selama masa kredit tersebut berjalan.
  6. Jangan selalu konsumtif terhadap sosial media. tak bisa dipungkiri orientasi sosial media kita saat ini merupakan dagang dan promosi besar-besaran. Itulah yang membuat seseorang yang tersetel untuk masuk ke dalam dunia yang mereka sudah siapkan sebelumnya,menjadi seseorang yang konsumtif lama-kelamaan akan menyiksa diri sendiri dan juga menghancurkan ekonomi secara perlahan-lahan.
  7. Jaga jarak dari lingkaran yang terlalu pansos. Ketika kita memasuki era yang baru dimana sosial media merupakan salah satu tonggaknya, kita akan berhadapan dengan banyak lingkaran yang memiliki orientasi untuk terkenal ataupun menjadi selebriti. 
Hubungan yang jelas adalah mereka biasanya berada di tempat-tempat yang membuang banyak uang sebelum mereka terkenal. Itu termasuk dalam investasi paling tidak menguntungkan karena peluang untuk sukses kurang dari 20 persen.
Begitulah hal yang harus diperhatikan seorang milenial untuk bisa bertahan di zaman yang terus morat-marit ini. kita perlu mempertimbangkan untuk meng kontrak atau indekos sebelum kita melompat ke dalam pembelian properti. Begitu pembelian properti bukanlah hal yang buruk bahkan justru sangat baik.
Setelah kita memahami pengertian NJOP, untuk kita akan lebih terbuka dalam memilih wilayah mana dan tempat tinggal yang seperti apa yang kita harus beli. walau bagaimanapun seorang milenial harus tetap bertahan meski gempuran zaman tak mau beri waktu rehat.

0 komentar :

Posting Komentar