Ibu Melati Penganyam Alat Panggangan Untuk Membantu Ekonomi Keluarga

Jumat, 29 Mei 2020

Ibu Melati Penganyam Alat Panggangan Untuk Membantu Ekonomi Keluarga


Ibu Melati
Ibu Melati Menganyam Alat Panggangan


Bekerja dirumah memang sangat meluangkan waktu bagi para ibu rumah tangga, mengapa tidak ? Seorang ibu bernama Melati ini yang berumur 39 tahun bertempat tinggal di Bogor bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya guna menambah penghasilan oleh suaminya. Yang mana kebutuhan rumah tangganya yang pas-pas an ketika suaminya bekerja buruh harian hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Agar menambah penghasilan dirinya memulai usaha yang diawali dengan penganyam alat panggang sambil melakukan kegiatan rumah tangga. Kegiatan ini tentu untuk sambil mengisi waktu luang dirumahnya. Semangat yang tinggi untuk membantu suaminya bekerja dari rumah sangat diapresiasi suaminya sendiri. Tak banyak orang yang mau sambil bekerja dan juga melakukan tugas rumah tangganya. Mengingat dari kontribusi ibu Melati ini untuk membantu suaminya sebagai buruh sangat diapresiasi dengan Asuransi Syariah Indonesia. Asuransi ini bisa membantu dirinya dalam masa depan yang dirinya dapatkan.

Kegiatan yang dilakukannya tentu penuh dengan liku-liku, sebab apabila sudah menganyam tersebut dirinya tidak langsung menjualnya, namun menawarkan ke tetangga sekitar saja pada awalnya. Menjual ini tidak bisa tiap hari, karena orang yang mau membelinya rata-rata sudah memiliki. Jadi, suami dalam bekerja buruhlah sambil menawarkan hasil karya istrinya. Dari sana ada orang yang mau mengambil beberapa hasil karya istrinya untuk menjualnya kembali dipasaran. Dari hitungan persatuan yang dijualnya ke seseorang tersebut sampai dalam satu minggu bisa menjual 2 lusin. Usaha ini berkat hasil kerja dirinya dengan suaminya yang sama-sama membantu untuk menawarkan hasil karya istrinya. 


Semangat yang Tak Pernah Henti
Jualan inilah yang sangat membuatnya tambah semangat untuk saling membantu ekonomi rumah tangganya. Harga yang dijual bervariasi dalam ukuran panggangan kecil hingga besar, tentunya guna memenuhi kebutuhan setiap orang yang memerlukan panggangan dalam memasak ataupun berjualan. Kerajinan ini dia tekuni sudah sangat lama dari 5 tahun silam. Tentu tidak sebentar waktu yang diperlukan untuk lebih menguasai hasil jerih payahnya ini. Dari sambil melakukan tugas rumah tangganya yang memiliki seorang anak kecil sambil melakukan penganyaman panggangan. Siapa sangka ibu rumah tangga ini yang bekerja di salah satu kampung sebagai acuan untuk warganya untuk tetap bekerja walaupun hanya sebagai rumah tangga. 

Seorang rumah tangga seringkali berasumsi tentang dirinya waktu yang terus berjalan ini dengan kerja yang sangat fleksibel adalah sangat menguntungkan. Dalam banyak kasus pekerjaan mereka ini sangat berujung pada seorang eksploitasi diri yang memberikan beban begitu ganda. Upaya ini mencapai terget ini sangat produksi. Upaya mencapai terget produksi dalam penganyaman, harus tetap dijalankan sebagai ibu rumah tangga. 

Pekerjaan penganyaman ini tentu sangatlah tidak mudah bahkan merelakan tangan dan jari-jari yang begitu sakit saat melakukan penganyaman. Membutuhkan tenaga dengan kawat-kawat yang berbeda-beda dari yang tipis hingga tebal. Jaring-jaringnya pun sangat rapi dengan tekanan-tekanan kawat yang begitu kuat. Dengan sesuai orderan kadang-kadang ibu Melati ini melakukan penganyamannya sesuai dengan kebutuhan yang orang mau pesan sesuai ukuran kecil hingga besar. Kawat-kawat ini pun dianyam dengan tangan agar yang telah terpasang menghasilkan anyaman yang rapih dan kokoh. Hasil dari penjualan ini dirinya tabung untuk keperluan dimasa mendatang dan sebagai simpanan tabungan bagi rumah tangga. Sangat bangga suami memiliki istri yang mana dia bekerja sambil membantu istrinya.

Inovasi yang dilakukan ibu rumah tangga ini sangat layak untuk mendapatkan Produk Asuransi Syariah dari Allianz ini, #AwaliDenganKebaikan untuk membantu keluarga ibu ini. Dengan kegiatan ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi keluarganya.

0 komentar :

Posting Komentar